Oleh: Galuh Chrysanti
Di negeri kita, pohon sirsak ini memang masih kalah populer dibandingkan pohon buah lainnya seperti mangga, apel, atau pepaya. Maklum, bijinya yang lekat dengan daging buahnya, membuat penikmat sirsak agak kerepotan untuk menikmati buah bercita rasa asam segar ini.
Buah Sirsak sudah kita kenal kaya akan vitamin C dan antioksidan. Akan tetapi sebetulnya ada aneka macam cara manusia di berbagai belahan dunia dalam memanfaatkan pohon sirsak. Di Brazil, bunga sirsak dipakai untuk mengobati penyakit bronchitis, di Amazon biji Sirsak digunakan untuk mengobati masuk angin, di Madagaskar daun Sirsak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit lever, sedang di Indonesia dan Peru, bijinya dimanfaatkan oleh para pelaku pertanian organik untuk diolah sebagai pestisida nabati untuk mengatasi berbagai organism pengganggu tanaman.
Namun sang Annona muricata, nama latin dari pohon sirsak ini, kini mulai menggaung namanya sebagai penumpas sel-sel kanker. Hal ini adalah karena sirsak mengandung senyawa aktif bernama acetogenin. Senyawa ini ternyata mampu mengenali dan membedakan antara sel kanker jahat dan sel normal pada tubuh manusia. Target sasarannya jelas, yaitu hanya sel kanker. Berbeda dengan kemoterapi yang seringkali juga melemahkan sel-sel yang normal. Acetogenin ini bekerja dengan menghambat ATP, sumber energi sang sel kanker. Akibat penghambatan ini, sel kanker menjadi tidak dapat berkembang. AgrEvo Research Center di Amerika Serikat bahkan membuktikan bahwa daun sirsak dapat membunuh sel-sel kanker usus besar 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamycin dan kemoterapi. Kabar yang tentunya sangat menggembirakan bagi sahabat dan kerabat kita yang mengidap kanker di seantero penjuru dunia.
***
Sahabat, sirsak tentu bukan tanaman yang asing bagi kita semua. Bahkan mungkin ada diantara kita yang pekarangannya menjadi tempat tumbuh tanaman multi manfaat ini. Akan tetapi, sejauh mana kita sudah memanfaatkan khasiatnya yang luar biasa?
Pohon sirsak entah sudah berapa lama berada di bumi kita ini. Namun khasiat pamungkasnya baru terungkap sekarang, seiring dengan intensitas penelitian manusia atasnya.
Begitu juga dengan diri kita, sahabat. Tiap diri kita menyimpan potensi yang sangat dashyat, yang tidak akan kita ketahui kecuali kita mengeksplorasi aneka potensi itu dengan sebaik-baiknya. Bagaikan sirsak sang penumpas sel kanker yang dahulu hanya populer sebagai jus buah saja.
Sebetulnya Tuhan sudah menyempurnakan karunia-Nya dalam diri kita. Namun apakah kita sudah memaksimalkan seluruh kemampuan kita?
Tidak pernah terlambat untuk memiliki sebuah cita-cita baru, merengkuh kesempatan baru, mencoba aneka bakat yang diberikan-Nya untuk kita. Dan kita tak akan tahu sejauh mana kemampuan kita sebelum kita bergerak dan memberanikan diri mencoba. Ketika kita memberdayakan seluruh potensi kita, kita akan tenggelam dalam syukur karena menyadari, betapa banyak ternyata yang bisa kita lakukan, yang selama ini mungkin tidak pernah kita kerjakan.
Kenalilah diri kita, sahabat. ‘Push your limit’. Sungguh, semua sudah ada dalam diri kita. Teruslah menggali, teruslah mengeksplorasi kelebihan diri. Semakin banyak kita mengenali potensi diri dan berkarya, semakin besar manfaat kita untuk keluarga dan sesama manusia. Selamat mengenali, melejitkan potensi, dan mengukir prestasi baru
No comments:
Post a Comment